Tingkatan Bahasa Pemrograman

 Tingkatan bahasa pemrograman



Pengklasifikasian bahasa pemrograman ke dalam tingkatan tertentu sebenarnya tidak baku, beberapa sumber mungkin menyatakan tingkatan yang berbeda seperti bahasa pemrograman tingkat rendah, bahasa pemrograman tingkat menengah, dan bahasa pemrograman tingkat tinggi, sumber lain juga menyatukan bahasa pemrograman tingkat menengah dengan bahasa pemrograman tingkat tinggi sehingga hanya ada bahasa pemrograman tingkat rendah dan bahasa pemrograman tingkat tinggi saja.

Baca juga :

Sumber lain menyatakan ada tingkatan yang lebih tinggi dari bahasa pemrograman tingkat tinggi, di sebut dengan bahasa pemrograman tingkat sangat tinggi (very-high), ada juga yang menyebutnya pemrograman berorientasi obyek ( PBO ) atau pemrograman visual, oleh karena itu pengklasifikasian bahasa pemrograman tidak bersifat mengikat, suatu bahasa pemrograman dapat di kategorikan sebagai bahasa pemrograman tingkat menengah, tingkat tinggi, atau tingkat sangat tinggi ( PBO / Visual ).

Baca juga :

1. Bahasa pemrograman tingkat rendah

Bahasa mesin atau kode mesin merupakan satu-satunya bahasa yang bisa di olah komputer secara langsung tanpa transformasi sebelumnya (kompilasi). Saat ini, programmer hampir tidak pernah menulis program secara langsung dalam kode mesin, karena memerlukan perhatian pada banyak detail yang di tangani oleh bahasa tingkat tinggi secara otomatis.

Contoh fungsi dalam representasi heksadesimal kode mesin 32-bit x86 untuk menghitung angka Fibonacci ke-n:

8B542408     83FA0077     06B80000     0000C383

FA027706     B8010000     00C353BB     01000000

B9010000     008D0419     83FA0376     078BD989

C14AEBF1     5BC3

Contoh bahasa pemrograman tingkat rendah :

  • Bahasa mesin (machine language)

Pada jaman bahasa pemrograman masih tergolong tingkat rendah, kompleksitas instruksi masih sangat terbatas sehingga belum ada “nama” bahasa pemrograman yang resmi, seorang programmer menulis “kode mesin” dengan instruksi berupa biner atau di kodekan kembali dengan bentuk yang lebih mudah di baca seperti desimal, oktal, atau heksadesimal yang di terjemahkan oleh program yang di sebut “loader”. 

2. Bahasa pemrograman tingkat menengah

Bahasa tingkat menengah memberikan satu tingkat abstraksi di atas kode mesin. Bahasa assembly memiliki sedikit semantik atau spesifikasi formal, karena hanya pemetaan simbol yang dapat di baca manusia. Biasanya, satu instruksi mesin di wakili sebagai satu baris kode assembly. Assembler menghasilkan file objek yang bisa dihubungkan dengan file objek lain atau dimuat sendiri.

Contoh bahasa pemrograman tingkat menengah :

  • Assembler
  • Microsoft Macro Assembler (MASM)

Beberapa sumber mengelompokkan assembly sebagai bahasa pemrograman tingkat rendah karena assembly mengonversi bahasa pemrograman ke bahasa mesin tanpa compiler atau interpreter melainkan hanya loader saja, namun karena kita fokus pada pengklasifikasian bahasa pemrograman berdasarkan “kedekatan” bahasanya dengan bahasa yang dapat di mengerti manusia (bahasa inggris), maka di sini Saya akan menempatkan assembly sebagai bahasa pemrograman tingkat menengah.

Contoh fungsi untuk menghitung angka Fibonacci ke-n dengan bahasa assembly:

fib:

    mov edx, [esp+8]

    cmp edx, 0

    ja @f

    mov eax, 0

    ret

    

    @@:

    cmp edx, 2

    ja @f

    mov eax, 1

    ret

    

    @@:

    push ebx

    mov ebx, 1

    mov ecx, 1

    

    @@:

        lea eax, [ebx+ecx]

        cmp edx, 3

        jbe @f

        mov ebx, ecx

        mov ecx, eax

        dec edx

    jmp @b

    

    @@:

    pop ebx

    ret

3. Bahasa pemrograman tingkat tinggi

Bahasa pemrograman tingkat tinggi (high level programming language) muncul pada generasi ke-3 bahasa pemrograman, saat ini bahasa pemrograman generasi ke – 5 tetap di kategorikan bahasa pemrograman tingkat tinggi meskipun sudah berkembang sangat jauh dari bahasa pemrograman tingkat tinggi semula.

Perkembangan tersebut meliputi pemrograman berorientasi obyek, pemrograman berbasis web ( di kembangkan dengan konsep cloud ), pemrograman basis data, dan masih banyak lagi termasuk pemrograman perangkat mobile yang saat ini marak di gunakan dan manpaknya akan atau tengah menjadi trend perangkat lunak.

Contoh bahasa pemrograman tingkat tinggi :

  • C++ (Turbo C++)
  • Visual Basic (non – .NET)
  • PHP (prosedural)
  • Delphi (Borland)
  • Pascal (Turbo Pascal)

Contoh fungsi untuk menampilkan “Message Box” dengan  Visual Basic 6.0 (non – .NET):

Private Sub Form_Load()

    ' Execute a simple message box that says "Hello, World!"

    MsgBox "Hello, World!"

End Sub

4. Bahasa pemrograman tingkat Object – Oriented dan Visual / Very-High Level

Beberapa sumber mungkin akan berpendapat bahwa “bahasa pemrograman tingkat Object – Oriented dan Visual” merupakan “bahasa pemrograman tingkat tinggi”, hal tersebut memang benar karena pendekatan Object – Oriented di terapkan pada bahasa pemrograman tingkat tinggi seperti PHP atau Visual Basic .NET.

Namun sumber lain mencantumkan Object – Oriented Programming ( OOP atau PBO, Pemrograman Berorientasi Obyek ) sebagai satu tingkatan khusus, dalam pembahasan ini Saya akan mencantumkan “Object – Oriented dan Visual” dalam satu tingkatan terpisah dengan maksud memperkaya referensi kita semua tanpa menghilangkan keterkaitan antara “Object – Oriented dan Visual” dengan “bahasa pemrograman tingkat tinggi”.

Bahasa pemrograman berorientasi obyek dan visual (Object Oriented Programming & Visual) merupakan bagian dan pengembangan dari bahasa pemrograman tingkat tinggi.

Satu lagi, “Very High Language Level (VHLL)” kerap kali di setarakan dengan bahasa pemrograman pada tingkat ini, Very High Language Level adalah bahasa pemrograman dengan tingkat abstraksi yang sangat tinggi, yang di gunakan terutama sebagai alat produktivitas programmer profesional.

Bahasa pemrograman tingkat tinggi biasanya berupa bahasa domain yang spesifik, terbatas pada aplikasi, tujuan, atau jenis tugas yang sangat spesifik. Istilah Very High Language Level digunakan pada tahun 1990-an untuk bahasa pemrograman tingkat tinggi yang digunakan untuk skrip, seperti Perl, Python, Ruby, dan Visual Basic.

Contoh bahasa pemrograman tingkat Object-Oriented dan Visual :

  • PHP
  • Visual Basic .NET
  • Java (termasuk Java yang di gunakan pada Android Studio)
  • JSP
  • ASP

Contoh fungsi untuk menampilkan “Message Box” dengan  Visual Basic .NET:

Public Class Form1

    Private Sub Button1_Click(sender As Object, e As EventArgs) Handles Button1.Click

        MsgBox("Hello world", MsgBoxStyle.Information, "Hello world!") ' Show a message that says "Hello world!".

    End Sub

End Class

Demikian pembahasan mengenai tingkatan bahasa pemrograman, semoga bermanfaat untuk Anda yang membutuhkan serta dapat menambah pengetahuan kita khususnya mengenai pemrograman, sampai jumpa di pembahasan DosenIT selanjutnya.


Comments

Popular posts from this blog

Sejarah Bahasa Pemrograman Python

Struktur Dasar Algoritma